Permohonan Data dan Informasi Publik, Silahkan Klik

Berita

Berita dan Info terbaru dari Dinas Kesehatan Kota Samarinda

Baca Seluruhnya

Pelatihan Tata Laksana Malaria Kota Samarinda Tahun 2026

Dinas Kesehatan Kota Samarinda melaksanakan kegiatan Pelatihan Tata Laksana Malaria bagi Tenaga Kesehatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang berlangsung pada tanggal 2–7 Juni 2026 di Hotel Grand Sawit Samarinda. Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang dokter dari Puskesmas dan Rumah Sakit. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya peningkatan kapasitas dan kompetensi tenaga medis dalam penanganan malaria secara komprehensif dan sesuai dengan standar nasional. 
Pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Kesehatan Kota Samarinda dengan Bapelkes Provinsi Kalimantan Timur sebagai institusi pengampu pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan dengan total beban belajar 59 Jam Pelajaran (JPL).
Peserta pelatihan berjumlah 30 orang dokter yang berasal dari Puskesmas dan Rumah Sakit di Kota Samarinda yang secara aktif melayani pemeriksaan serta pengobatan malaria. Materi pelatihan mencakup kebijakan dan strategi program malaria, diagnosis malaria berbasis klinis dan laboratorium, tata laksana pengobatan malaria sesuai pedoman terkini, penatalaksanaan kasus malaria berat , serta upaya pencegahan dan penguatan sistem logistik malaria.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, diharapkan tenaga medis mampu mempertahankan kualitas pelayanan malaria, meningkatkan kewaspadaan dini, serta memastikan tata laksana kasus dilakukan secara tepat dan berkesinambungan guna mendukung keberlanjutan status eliminasi malaria di Kota Samarinda

Baca Seluruhnya

Pelatihan Studi EHRA (Environmental Health Risk Assessment) Kota Samarinda Tahun 2026

Dinas Kesehatan Kota Samarinda melaksanakan kegiatan Pelatihan Studi Environmental Health Risk Assessment (EHRA) pada hari Jum’at, 05 Juni 2026 di Ruang Arutala Bapperida Kota Samarinda. Kegiatan pelatihan tersebut diikuti 59 kader kesehatan dari 59 kelurahan (sebagai enumerator), 26 tenaga Sanitarian Puskesmas se-Kota Samarinda (sebagai supervisor), 10 orang petugas sanitasi puskesmas (sebagai koordinator kecamatan) dan 2 orang petugas sinkronisasi data yang berasal dari PKK dan Diskominfo Kota Samarinda. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kapasitas petugas dalam pelaksanaan penilaian risiko kesehatan lingkungan dan penguatan data sanitasi berbasis masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi terkait urgensi studi EHRA, metode pengumpulan data, validasi data lapangan, serta strategi pemanfaatan hasil survei sebagai dasar penyusunan program sanitasi dan kesehatan lingkungan. Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti simulasi wawancara dan praktik pengisian instrumen survei guna meningkatkan pemahaman teknis sebelum turun ke lapangan.

Melalui pelatihan ini diharapkan seluruh peserta mampu melaksanakan survei EHRA mulai tanggal 11 – 30 Juni 2026 dengan baik dan menghasilkan data yang akurat, valid, serta dapat digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan sanitasi yang lebih tepat sasaran. Hasil Studi EHRA nantinya akan menjadi bahan penting dalam penyusunan strategi sanitasi daerah dan mendukung percepatan peningkatan kualitas kesehatan lingkungan masyarakat

Baca Seluruhnya

Pelatihan Pelayanan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Pandu PTM)

Dinas Kesehatan melaksanakan kegiatan Pelatihan Pelayanan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Pandu PTM) yang berlangsung pada tanggal 2–7 Juni 2026 di Hotel Grand Sawit Samarinda. Kegiatan ini diikuti oleh 26 tenaga kesehatan sebagai pengelola program PTM Puskesmas se-Kota Samarinda, ditambah 1 orang petugas kesehatan dari Labkesmas Kota Samarinda, dan 3 orang peserta dari Dinkes Kota Samarinda. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam penanggulangan penyakit tidak menular secara terpadu.

Pelatihan Pandu PTM merupakan salah satu strategi dalam penguatan pelayanan kesehatan primer, khususnya dalam upaya promotif, preventif, deteksi dini, pengendalian faktor risiko, hingga tata laksana penyakit tidak menular di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Materi yang diberikan meliputi kebijakan pencegahan dan pengendalian PTM, konsep pelayanan terpadu PTM, surveilans PTM, pengisian form CARTA, monitoring dan evaluasi program, serta penyusunan rencana tindak lanjut.

Selama pelaksanaan kegiatan, peserta mendapatkan pembelajaran secara klasikal, diskusi kelompok, studi kasus, dan praktik penerapan pelayanan terpadu PTM di 3 Puskesmas, yakni Puskesmas Samarinda Kota, Puskesmas Segiri dan Puskesmas Pasundan. Melalui pelatihan ini diharapkan peserta mampu meningkatkan kompetensi dalam melakukan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular secara komprehensif dan berkesinambungan di wilayah kerja masing-masing.

Dengan terselenggaranya pelatihan ini, diharapkan kualitas pelayanan kesehatan khususnya dalam program pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular semakin optimal, sehingga mampu mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Baca Seluruhnya

Dinas Kesehatan Terima Kunjungan Kaji Banding dari Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB Provinsi Papua Barat Daya Terkait Layanan PSC 119

Samarinda, 20 Mei 2025 - Dinas Kesehatan menerima kunjungan kaji banding dari Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Barat Daya dalam rangka mempelajari pengelolaan layanan kegawatdaruratan kesehatan 119 Public Safety Center (PSC) Doctor on Call.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Doctor on Call tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat struktural, pengelola program kegawatdaruratan, tim PSC 119, serta rombongan dari Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Barat Daya. Kunjungan ini bertujuan untuk berbagi pengalaman dan praktik baik dalam penyelenggaraan layanan kegawatdaruratan kesehatan yang cepat, responsif, dan terintegrasi.

Dalam sambutannya, pihak Dinas Kesehatan menyampaikan apresiasi atas kunjungan kaji banding tersebut sebagai bentuk penguatan kerja sama antardaerah dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, khususnya layanan kegawatdaruratan melalui PSC 119 Doctor on Call.

Pada kesempatan tersebut, tim pengelola PSC 119 memaparkan berbagai aspek pelaksanaan layanan, mulai dari sistem penerimaan panggilan darurat, mekanisme respon cepat, koordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan dan ambulans, hingga pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung layanan Doctor on Call. Selain itu, turut disampaikan berbagai tantangan dan strategi yang dilakukan dalam menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Rombongan dari Papua Barat Daya juga melakukan diskusi dan peninjauan langsung terhadap alur operasional PSC 119 untuk memperoleh gambaran implementasi layanan secara menyeluruh. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan referensi dan masukan dalam pengembangan layanan PSC 119 di Provinsi Papua Barat Daya.

Kegiatan kaji banding berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab dan berbagi pengalaman antar peserta. Dinas Kesehatan berharap melalui kunjungan ini dapat terjalin sinergi dan kolaborasi yang baik antar daerah dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kegawatdaruratan yang profesional, cepat, dan mudah diakses masyarakat.

Baca Seluruhnya

Dinas Kesehatan Menerima Kunjungan Tim Pendampingan Tata Kelola Program Pembangunan Kesehatan dari Universitas Padjadjaran Bandung

Samarinda, 18 Mei 2026 - Dinas Kesehatan menerima kunjungan Tim Pendampingan Tata Kelola Program Pembangunan Kesehatan dari Universitas Padjadjaran dalam rangka penguatan tata kelola program kesehatan daerah serta peningkatan kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembangunan kesehatan.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Dinas Kesehatan tersebut dihadiri oleh jajaran manajemen Dinas Kesehatan, tim pendamping dari Universitas Padjadjaran, serta perwakilan bidang dan program terkait. Pertemuan ini menjadi wadah koordinasi dan diskusi mengenai berbagai strategi penguatan tata kelola program kesehatan agar lebih efektif, terukur, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Dalam sambutannya, pihak Dinas Kesehatan menyampaikan apresiasi atas dukungan dan pendampingan yang diberikan oleh tim akademisi Universitas Padjadjaran. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi diharapkan mampu memberikan masukan strategis, khususnya dalam aspek perencanaan, monitoring, evaluasi program, serta penguatan penggunaan data dalam pengambilan kebijakan kesehatan.

Tim pendamping Universitas Padjadjaran menjelaskan bahwa kegiatan pendampingan bertujuan membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas tata kelola pembangunan kesehatan melalui pendekatan ilmiah, analisis data, dan penguatan sistem manajemen program kesehatan. Selain itu, pendampingan juga diarahkan untuk mendukung pencapaian indikator pembangunan kesehatan secara lebih optimal dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan berharap sinergi dengan dunia akademik dapat terus diperkuat guna mendukung terwujudnya sistem kesehatan daerah yang lebih responsif, efektif, dan berbasis evidence dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Baca Seluruhnya

Dinas Kesehatan Bersama BPS Kota Samarinda dan Kelurahan Bandara Perkuat Sinergi Melalui Program Desa Cantik

Samarinda, 12 Mei 2026 - Dalam rangka mendukung penguatan tata kelola data dan pembangunan berbasis statistik di tingkat kelurahan, Dinas Kesehatan menerima tim BPS Kota Samarinda serta Kelurahan Bandara.  Pertemuan koordinasi ini merupakan rangkaian persiapan kegiatan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik). Dalam pertemuan ini dibahas kebutuhan data dan rencana pelaksanaan survei terkait stunting di Kelurahan Bandara. Perwakilan BPS menyampaikan bahwa Program Desa Cantik merupakan salah satu bentuk pembinaan statistik sektoral di tingkat desa dan kelurahan agar aparatur wilayah mampu memahami, mengelola, serta memanfaatkan data secara optimal dalam proses perencanaan pembangunan.

Sementara itu, Dinas Kesehatan menegaskan komitmennya untuk mendukung penyediaan data kesehatan yang valid dan berkualitas melalui sinergi lintas sektor. Data yang baik diharapkan dapat membantu mengidentifikasi permasalahan kesehatan masyarakat secara lebih tepat sehingga intervensi program dapat dilakukan secara efektif dan tepat sasaran.

Kegiatan pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat kolaborasi dan pendampingan dalam pelaksanaan Program Desa Cantik. Harapannya kegiatan ini dapat bermanfaat terutama dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Baca Seluruhnya

Pelatihan CFT Program JFY 2025: Project for Strengthening Capacity for Early Warning and Response to Infectious Diseases di Jepang

Tokyo, Jepang — Pelaksanaan pelatihan pada minggu pertama dilakukan di Kota Tokyo untuk mengetahui sistem surveilans penyakit menular secara tingkat nasional dengan mengunjungi NIID (National Institute Infectious Diseases) atau sekarang disebut dengan Japan Institute for Health Security (JIHS) serta mengunjungi beberapa lokasi seperti Laboratorium NIID, Bidang atau Tim support NIID dan Balai Karantina Kesehatan di Bandara Haneda Tokyo. Pelaksanaan pelatihan pada minggu Kedua dilakukan di Prefektur Mie, Kota Tsu untuk mengetahui sistem surveilans penyakit menular secara tingkat daerah dengan mengunjungi Public Health Center (PHC) atau Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Provinsi, Laboratorium serta Rumah Sakit. Prefektur ini memiliki sistem surveilans kesehatan yang berbasis sekolah (Sacchimie) untuk melihat penyakit yang menjadi trend di kelompok anak usia sekolah agar dapat melaksanakan deteksi dan respon secara dini. Pelaksanaan pada minggu ketiga dilakukan di Prefektur Hiroshima dan Kota Tokyo. Kota Hiroshima memiliki Center of Disease Control and Prevention (CDC) sebagai unit mandiri dalam pelaksanaan surveilans penyakit menular yang berada langsung dibawah Dinas Kesehatan Prefektur. CDC Hiroshima lebih berfokus dalam deteksi dini dan penanganan penyakit serta kebencanaan yang terjadi di Kota Hiroshima. Pelatihan kembali dilanjutkan di Tokyo guna pelaksanaan penyampaian action plan dan pembelajaran baik yang dapat di aplikasikan serta diadaptasi guna meningkatkan surveilans deteksi dini penyakit.


Pelatihan ini diharapkan dapat membantu pemerintah Indonesia terutama pemerintah daerah terpilih untuk meningkatkan kinerja pelaksanaan surveilans penyakit di daerah masing - masing dan meningkatkan kapasitas petugas dalam pelaksanaan surveilans deteksi dini dan respon.

Dinas Kesehatan Kota Samarinda Pastikan Siswa/i Sekolah Rakyat Sehat


Dilansir dari RRI.co.idSamarinda — Sebanyak 99 calon siswa Sekolah Rakyat Samarinda jenjang SMP dan SMA menjalani pemeriksaan kesehatan dan pengukuran kebugaran di GOR Segiri Samarinda, Senin (14/7/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hasil kolaborasi Dinas Kesehatan Kota Samarinda dengan Kementerian Sosial RI. Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, dr. Ismid Kusasih, mengatakan kegiatan ini melibatkan lima puskesmas yakni Puskesmas Baqa, Wonorejo, Segiri, Remaja, dan Lempake, serta tim medis dari Dr OnCall. Pemeriksaan mencakup pengukuran tekanan darah, pemeriksaan mata, status gizi, serta kebugaran umum untuk memastikan kesiapan fisik para calon pelajar sebelum memasuki masa asrama. "Program ini merupakan upaya preventif sekaligus selektif agar siswa yang masuk ke lingkungan asrama Sekolah Rakyat betul-betul dalam kondisi prima. Kami mendukung penuh kolaborasi dengan Kemensos, karena pendidikan yang berkualitas perlu ditopang kesehatan yang memadai," ucap dr. Ismid Kusasih. Sekolah Rakyat Samarinda sendiri merupakan inisiatif pendidikan inklusif yang menyasar anak-anak dari keluarga tidak mampu agar tetap dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP dan SMA. Bahkan nantinya akan tinggal di asrama yang sedang dipersiapkan di dua lokasi: BPVP Samarinda dan Balai Pengembangan Mutu Pendidikan (BPMP) Kaltim. Pemeriksaan kesehatan ini juga menjadi tahap awal dalam penempatan siswa sebelum bersekolah dan ditempatkan ke asrama, agar pengelola dapat mengantisipasi kebutuhan kesehatan secara lebih spesifik. Selain aspek medis, kegiatan ini juga mengedepankan nilai-nilai pembinaan karakter dan kesiapan fisik, selaras dengan visi Sekolah Rakyat sebagai wadah pembentukan generasi tangguh. Dinas Kesehatan Kota Samarinda berharap program serupa dapat dilakukan secara rutin setiap tahun untuk menjamin kelangsungan pendidikan yang sehat dan holistik. Sinergi lintas sektor dianggap kunci sukses, khususnya dalam menyukseskan program-program afirmatif bidang pendidikan dan kesehatan di daerah. Seluruh rangkaian pemeriksaan berjalan lancar. Para calon siswa terlihat antusias mengikuti proses yang juga menjadi langkah awal menuju kehidupan baru mereka di lingkungan asrama Sekolah Rakyat Samarinda.

Gotong Royong di Taman Cerdas, Wujud Sinergi Pemkot Samarinda


Samarinda, 12 Juli 2025 — Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan kembali menggema di Kota Samarinda. Hari ini, sebuah kegiatan bersih-bersih akbar yang melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Samarinda sukses dilaksanakan di Taman Cerdas, salah satu ruang terbuka hijau kebanggaan warga Samarinda. Acara ini tak hanya menjadi ajang kebersihan, tetapi juga simbol komitmen kolektif jajaran Pemkot dalam mewujudkan Samarinda sebagai kota yang bersih, hijau, dan nyaman bagi seluruh penduduknya. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Samarinda pukul 07.00 WITA.

Peran Dinas Kesehatan dan Pukseskas


Dinas Kesehatan Kota Samarinda melakukan gotong royong di segmen pertama, yaitu sekitar Rumah Jabatan hingga daerah depan parkiran Mall Lembuswana. OPD Dinas Kesehatan juga tidak bekerja sendiri, melainkan bahu-membahu bersama perwakilan Puskesmas. Dengan semangat yang membara, tim dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas ini sigap membersihkan berbagai jenis sampah, mulai dari daun-daun kering, plastik, hingga puing-puing kecil yang mungkin terlewat. Kehadiran langsung Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda di lokasi juga menjadi suntikan moral yang luar biasa bagi jajarannya. Beliau terlihat aktif berbaur dengan staf, memberikan arahan, dan bahkan turut serta mengangkat sampah, menunjukkan teladan kepemimpinan yang partisipatif.

Forum Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) Kota Samarinda Tahun 2025 - 2055


Samarinda — Salah satu rangkaian kegiatan yg harus dikuti dalam upaya mendapatkan SPPG (Sertifikat Pemenuhan Persyaratan Higiene Sanitasi Pangan Gizi) di dalam pelatihan ini, dimn kita memberikan berbagai materi yg berkaitan dengan:

  1. Pentingnya Personal Hygiene bagi penjamah makanan
  2. Proses pencucian peralatan yang benar
  3. Pencegaham kontaminasi silang
  4. Standar-standar kebersihan yang harus dipenuhi oleh setiap penjamah makanan

Tujuan dari Pelatihan ini

meningkatkan pengetahuan,sikap dan keterampilan kita semua dalam menjaga keamanan pangan demi melindungi konsumen dan resiko penyakit bawaan makanan.